7 Style Desain Grafis Jadul untuk Nostalgia

7 Mar 2025

Inspiration

Share Article

Nostalgia adalah cara yang sangat baik untuk membangunkan reaksi audiens. Maka dari itu style trend nostalgia bisa menjadi alat yang powerful untuk desainer grafis atau brand untuk mencari engagement atau interaksi. Kebanyakan brand yang telah establish/terkenal memanfaatkan ini untuk membangkitkan rasa reminder terhadap legacy masa lampau. Sedangkan untuk brand baru dapat memanfaatkan ini untuk membangkitkan rasa “good ol’ day” sebagai identitas visual mereka.

Ternyata di dekade terakhir ini walaupun generasi telah berganti, trend-trend masa lalu kembali ke permukaan dengan berbagai bentuk, untuk menarik audiens yang ingin rasa familiaritas, kenyamanan, dan feeling “I wish we were there again”. Yang jelas, style nostalgia mengaktifkan emosi dan memori audiensnya. Mutu di sini akan mengeksplor style-style ini dan coba mencari style mana yang terbaik dari semuanya.

Mengapa memanfaatkan style nostalgia?

  1. Koneksi yang emotional/personal terhadap brand secara mendalam yang membuat brand menjadi relatable dan engaging.

  2. Standout dari trend design modern dimana desain menjadi distruptif sehingga brand atau desain mudah standout dan dilirik mata (first impression).

  3. Desain nostalgia bersifat cross-generational, artinya audiens dari generasi lama dan baru sama-sama mengalami sebuah hal yang baru di tengah familiaritas.

  4. Desain yang kembali ke permukaan setelah beberapa dekade mungkin menjadi tanda bahwa style desain ini timeless atau tidak terlekang oleh zaman.

Bagaimana cara mengimplementasi style nostalgia?

Menurut Mutu, tidak ada cara yang pasti benar dan tepat untuk implementasinya karena kebutuhan desain dan brand berbeda-beda. Akan tetapi ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan sebelum memperlihatkannya ke audiens, terutama untuk brand. Hal tersebut adalah:

  1. Campurkan rasa nostalgia dengan nilai atau hal yang baru. Dengan elemen desain yang baru, walaupun style nostalgia tetapi tidak outdated.

  2. Lakukan riset mengenai bagaimana trend tersebut digunakan, apa saja elemennya, keakuratan warna, style font, dan komposisinya seperti apa.

  3. Style nostalgia lebih aman muncul saat-saat tertentu untuk brand yang sudah establish identitas visualnya, karena bila terlalu sering muncul akan ada diskoneksi antara perancangan identitas visual dengan apa yang di tampilkan, sehingga terjadi inkonsistensi.

Style Nostalgia Terbaik yang Comeback

Y2K Aesthetic

Estetik Y2K sangat populer di kalangan Gen Z dan Millennials yang lebih chaotic dan eksperimental sebagai reaksi terhadap tren desain yang clean dan minimalis yang populer dalam dekade terakhir. Menurut Mutu, Y2K adalah desain jadul yang paling ngetren di era sekarang, selain itu elemen desainnya yang sangat menantang dan distruptif terhadap trend desain yang ada. Kemungkinan trend ini bersimbol generasi yang berani untuk mencoba hal baru dan melepas diri dari pattern yang telah ada.

Dilansir dari aesthetic fandom, Y2K adalah estetik imajinasi futuristik di pop kultur tahun 1997 sampai 2004, wah Mutu Friends sudah lahir belum tuh? Y2K juga dihubungkan dengan masalah Year 2000 kala itu yang dianggap mengacaukan sistem inter/intranet, sehingga banyak perusahaan yang chaos akibatnya. Kemungkinan ada hubungannya dengan komposisi yang berani dan lebih chaotic.

Ciri-ciri Y2K Aesthetic:

Vaporwave

Vaporwave memiliki vibes yang dreamy, surealis, dan selaras dengan internet culture. Vaporwave sangat mendominasi pasar streetwear karena hasil desainnya yang bold dan vibrant. Kemudian ciri khasnya yang banyak menggunakan shade warna pink, biru, dan ungu.

Vaporwave dikategorikan sebagai retrofurist, dan erat kaitannya dengan music, terutama electronic music yang dianggap futuristik dikala itu. Vaporwave memiliki feeling dimana teknologi berkembang (future) dengan tetap mengkomoditisasi elemen masa lalu.

Ciri-ciri Vaporwave:

Groovy Character Illustration

Siapa yang pernah nonton mickey mouse dan kartun-kartun jadul lainnya. Kalau pernah, kamu pasti tidak asing dengan style groovy character. Karakter ini biasanya sebuah personifikasi benda-benda tertentu digambarkan lucu dengan mata, tangan, dan kaki yang besar, kemudian memiliki pose yang dinamis dan overpose. Karakter ini pun memiliki emosi yang sangat terlihat.

Ciri-ciri Groovy Character:

  • Personifikasi benda-benda mati menjadi hidup

    by Courtney Prevo via Pinterest


  • Proporsi Mata, tangan, kaki yang besar

    by Stickerslook via Pinterest


  • Pose dinamis dan overpose seolah-olah sedang menari

    by Nefdsgn via Pinterest


  • Garis stroke yang tebal dan tegas

    by BORNAGAIN0103 via Pinterest


  • Penggunaan font style groovy

    by notefolio via Pinterest

Memphis Design

Memphis Design muncul pada tahun 1980-an sebagai reaksi terhadap minimalisme dan modernisme, yang dipelopori oleh Memphis Group di Italia. Memiliki ciri bentuk geometris yang berani, warna yang saling bertabrakan, asimetri yang ceria, dan pola abstrak.

Gerakan ini merangkul warna-warna primer yang dicampur dengan pastel, komposisi kontras tinggi, dan rasa senang yang hampir chaotic. Memphis Design kembali berusaha menangkap energi muda, dinamis, dan kreatif yang menonjol di dunia minimalis yang ramping.

by XIAXIA LAI via Behance

Grunge

Berasal dari dunia musik bawah tanah tahun 90-an, desain grunge mencerminkan semangat pemberontakan dari gerakan rock alternatif. Desain ini menggunakan tekstur yang rusak, tipografi yang kasar, tata letak yang chaotic, dan estetika DIY yang dipengaruhi oleh majalah punk dan street-art.

Palet warna sering kali condong ke nada yang gelap dan muram, dengan preferensi untuk elemen yang kasar dan tidak sempurna. Desain grunge kembali muncul sebagai penyeimbang dari tampilan korporat yang rapi. Desain ini cocok dengan merek yang ingin memancarkan keaslian, keunggulan, dan kesan keren yang anti kemapanan.

by Hartue via Pinterest

Art Deco

Art Deco merupakan gerakan desain yang dominan pada tahun 1920-an dan 1930-an, yang dikenal karena estetikanya yang mewah dan elegan, yang terinspirasi oleh kemajuan industri dan kecanggihan modern. Didefinisikan oleh bentuk geometris yang ramping, tata letak yang simetris, skema warna emas dan hitam metalik, dan pola linier yang kuat, art deco melambangkan kemewahan dan kemajuan.

Kebangkitannya saat ini didorong oleh apresiasi baru terhadap desain mewah yang timeless, yang membuatnya sangat populer dalam merek mewah, perhotelan, dan kemasan premium. Kebangkitan Art Deco menghadirkan kesan kehalusan dan kemewahan, menawarkan sentuhan nostalgia namun modern pada keanggunan dan kelasnya.

by Mads Berg via Behance

Psychedelic

Gerakan psikedelik pada tahun 1960-an dan 1970-an sangat dipengaruhi oleh revolusi kontra-budaya, festival musik, dan pengalaman yang memperluas pikiran. Estetika desainnya menampilkan tipografi yang digambar dengan tangan dan berputar-putar, gradien warna yang bermacam-macam, bentuk yang organik dan mengalir, serta campuran eklektik antara warna tanah dan neon.

Berakar pada tema kebebasan, ekspresi, dan pelanggaran norma sosial, gaya ini umumnya dikaitkan dengan poster konser, sampul album, dan aktivisme politik. Saat ini, estetika psikedelik kembali populer, didorong oleh munculnya merek kesehatan, gerakan keberlanjutan, dan kebangkitan seni ekspresif yang dibuat dengan tangan yang kontras dengan keseragaman era digital.

by Mustard Design via Pinterest

Kesimpulan

Style design nostalgia ternyata tidak hanya menyentuh ransangan visual, akan tetapi terdapat koneksi yang lebih dalam secara emosional terhadap audiens. Semuanya memiliki daya tarik yang unik dan standout.

Mana favorit Mutu Friends?

Get your brand stand-out from the rest

Work with Mutualist

Consult now

CV. Mutualist Megah Makmur

Copyright 2024 by Mutualist Creatives

Mutualist Creatives, a leading Indonesian design agency (Agensi Design Indonesia), goes beyond stunning visuals. We're a passionate team crafting strategic branding design, illustration, website design, and social media marketing design to elevate your brand and help your business flourish. We offer a full spectrum of creative services, from crafting a captivating logo to designing websites that resonate with your audience. Contact us today and see how Mutualist Creatives can become your trusted design partner.

Email us

andre@mutualist.co

CV. Mutualist Megah Makmur

Copyright 2024 by Mutualist Creatives

Mutualist Creatives, a leading Indonesian design agency (Agensi Design Indonesia), goes beyond stunning visuals. We're a passionate team crafting strategic branding design, illustration, website design, and social media marketing design to elevate your brand and help your business flourish. We offer a full spectrum of creative services, from crafting a captivating logo to designing websites that resonate with your audience. Contact us today and see how Mutualist Creatives can become your trusted design partner.

Email us

andre@mutualist.co